MAKALAH 210104170005 Manajemen Produksi Media Fakultas Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS

MAKALAH

TUJUAN PEMBANGUNGAN BERKELANJUTAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

NOMOR 3 : KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA

TAHAPAN PEMBELAJARAN BERSAMA

“PEDULI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL : DEPRESI”

Disusun untuk
memenuhi tugas akhir mata kuliah TPB

 

Oleh :

Aini Rahmi Mutia                           

210104170005

 

 

 

 

 

 

 

Manajemen Produksi
Media

Fakultas Ilmu
Komunikasi

 

UNIVERSITAS
PADJAJARAN

JATINANGOR

2017

KATA PENGANTAR

Saya panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan kesehatan jasmani dan rohani serta kelancaran kepada saya
dalam menyelesaikan tugas akhir pembuatan Makalah Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Makalah ini disusun dalam
rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan)
yang mencakup pula mata kuliah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Agama, dan
Pendidikan Kewarganegaraan di semester satu Universitas Padjajaran 2017.

            Dalam
kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu saya dalam menyelesaikan
tugas makalah ini yaitu :

1.     
Prof.Dr.Dany Hilmanto,dr.,Sp.A(K) selaku dosen
pemateri TPB nomor 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera

2.     
Orang
tua saya yang tidak pernah berhenti mendukung saya dalam segala hal

3.     
Teman-teman
saya yang telah memberikan beberapa masukkan dalam proses pengerjaan makalah
ini

 

Saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini jauh
dari kata sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya.
Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk
menjadi lebih baik lagi dalam pembuatan tugas di masa yang akan datang.

 

Sumedang, November
2017

 

Aini Rahmi Mutia

           

 

 

DAFTAR
ISI

 
KATA PENGANTAR, i
DAFTAR ISI, ii
BAB 1 : PENDAHULUAN
            1.1 Latar Belakang, 1
            1.2 Rumusan Masalah, 2
            1.3 Tujuan, 2
            1.4 Manfaat, 2
BAB 2 : ISI
            2.1 Gangguan Kesehatan Mental : Depresi, 3
            2.2 Penyebab Depresi, 4
            2.3 Gejala Depresi, 5
            2.4 Langkah Yang Dapat
Dilakukan Oleh Penderita Depresi, 5
            2.5 Mengatasi Penderita
Depresi, 6
            2.6 Pandangan Agama Islam
Mengenai Depresi, 7
BAB 3 : PENUTUP
            3.1 Kesimpulan, 10
            3.2 Saran, 11
Daftar Pustaka, 12

 

 

 

 

 

BAB
1

PENDAHULUAN

1.1
Latar Belakang

            Sehat menurut WHO
(World Health Organization)1
adalah suatu keadaan sempurna baik fisik, mental, dan sosial tidak hanya
terbebas dari penyakit atau kelemahan. Sejahtera dalam istilah umum berarti
kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan
sehat dan damai. Memastikan  kehidupan
yang sehat dan sejahtera untuk semua kalangan usia sangat penting untuk
membangun lingkungan yang makmur.

 Kesehatan mental
masuk ke dalam salah satu hal yang dibahas dalam tujuan nomor tiga dari Tujuan
Pembangungan Berkelanjutan yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Seseorang dapat
dikatakan sehat apabila jiwa dan raganya sehat, jika raga seseorang sehat namun
jiwanya tidak sehat sama saja seperti orang yang sedang sakit jiwa disini
dimaksudkan sebagai sehatnya psikis orang tersebut termasuk mentalnya.

            Banyak
orang yang menganggap sepele kesehatan mental, menomor satukan kesehatan fisik
padahal keduanya adalah sama penting untuk manusia. Kasus yang menjadi
perhatian di berbagai negara saat ini adalah kasus gangguan mental berupa
Depresi. WHO pada 10 Oktober 2016 bertepatan dengan hari Kesehatan Jiwa Dunia
mengatakan bahwa 350 Juta orang di dunia mengalami depresi. Depresi digambarkan
sebagai kondisi penuh kesedihan, kehilangan daya tarik terhadap minat dan hal
menyenangkan, rasa bersalah atau rendah diri yang berlebihan, gangguan tidur
dan nafsu makan, mudah sekali letih, dan gangguan parah terhadap konsentrasi.
Dampak terburuk yang dapat dilakukan oleh penderita depresi yaitu melakukan
bunuh diri.

Melalui program SDGs (Sustainable
Development Goals)2
yang dikampanyekan oleh PBB3 ke
seluruh dunia, salah satu tujuannya yaitu Tujuan Nomor 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera
dan saya mengambil konsentrasi pada kesehatan mental, depresi, dengan tujuan
agar orang-orang menyadari bahwa kesehatan mental seseorang perlu diperhatikan
meninjau banyaknya kejadian bunuh diri akibat adanya gangguan kesehatan mental terutama
depresi di dunia.

1.2
Rumusan Masalah

1.     
Apa
Yang Dimaksud dengan Depresi?

2.     
Mengapa
Seseorang Dapat Mengalami Depresi?

3.     
Apa
Saja Gejala Seseorang Yang Mengalami Depresi?

4.     
Bagaimana
Cara Untuk Mengatasi Depresi?

5.     
Bagaimana
Cara Untuk Mengatasi Penderita Depresi?

6.     
Bagaimana
Menurut Pandangan Agama Islam Mengenai Kesehatan Mental?

1.3
Tujuan

            Tujuan dari dibuatnya makalah SDGs (Sustainable Development Goals) mengenai Tujuan nomor 3 : Kehidupan
Sehat dan Sejahtera yang konsentrasinya mengenai gangguan kesehatan mental
berupa depresi yaitu untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah TPB Universitas
Padjadjaran 2017, sebagai bahan informasi serta ajang kampanye kepada orang
banyak mengenai pentingnya memperhatikan kesehatan mental seseorang, terutama
gangguan berupa depresi yang marak terjadi dewasa ini serta untuk mengetahui
lebih dalam mengenai depresi dari kacamata agama islam.

1.4
Manfaat

            Manfaat dari dibuatnya makalah ini adalah sebagai berikut
:

1.     
Mendapatkan
informasi penting mengenai gangguan kesehatan mental berupa depresi

2.     
Terbukanya
pemikiran banyak orang mengenai seberapa pentingnya untuk memperhatikan kesehatan
mental orang-orang sekitar

 

BAB 2

ISI

2.1 Gangguan
Kesehatan Mental : Depresi

            Kesehatan mental menurut WHO (World Health Organization)4
didefinisikan sebagai keadaan baik di mana setiap individu menyadari potensi
dirinya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja
secara produktif dan bermanfaat, dan dapat memberikan kontribusi kepada
masyarakat.

            Banyak
orang di dunia yang mengalami gangguan kesehatan mental namun kebanyakan dari
mereka menutupi hal tersebut. Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental
akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi
yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Gangguan kesehatan mental
dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dapat
merusak interaksi atau hubungan dengan orang lain, melainkan juga dapat
menurunkan prestasi di sekolah dan produktivitas kerja.

Salah satu gangguan kesehatan mental yaitu depresi.
Menurut Lubis (2009), secara sederhana depresi dapat dikatakan sebagai suatu
pengalaman yang menyakitkan, suatu perasaan tidak ada harapan lagi, yang
ditandai dengan afek disforik5
disertai dengan gejala-gejala lain, seperti gangguan tidur dan menurunnya
seleran makan.Sedangkan Trisna (dalam Lubis, 2009) menyimpulkan bahwa depresi
adalah suatu perasaan sendu dan sedih yang biasanya disertai diperlambatnya
gerak dan fungsi tubuh.

Depresi adalah kelainan mood6
yang menyebabkan perasaan sedih,hilang minat secara terus menerus, yang
disertai dengan menjadi lambatnya gerak dan fungsi tubuh. Gangguan mental
berupa depresi merupakan kondisi yang sering terjadi dan menimpa banyak orang,
kepada siapapun. Depresi lebih sering terjadi kepada wanita dibandingkan dengan
pria.

            Depresi
dengan rasa sedih pada umumnya adalah dua hal yang berbeda, rasa sedih pada
diri seseorang akan muncul hanya sewaktu-waktu sedangkan jika rasa sedih
berlangsung dalam jangka waktu berhari-hari atau minggu, mulai mengganggu
berbagai aktivitas dan timbul pemikiran untuk mengakhiri hidup, kemungkinan
besar hal tersebut adalah depresi.

2.2
Penyebab Depresi

            Di dunia ini semua hal terjadi dikarenakan oleh penyebab
yang sehingga memberikan dampak pada akhirnya. Depresi dapat timbul disebabkan
oleh empat faktor berikut atau kombinasi antar keempatnya, yaitu :

1.     
Genetik

Depresi dapat timbul akibat turunan genetik, seseorang
yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat depresi dapat lebih cenderung
mengalami depresi di kehidupannya.

2.     
Biologis

Terdapat perbedaan pada orang yang mengalami depresi
dengan orang yang tidak mengalami depresi, Ada beberapa perbedaan pada bagian
sistem neurotransmitter7
si penderita yang tidak bekerja secara normal saat depresi.

3.     
Stres

Seseorang dapat mengalami stress yang dapat menunjang
pula menuju ke arah depresi dikarenakan oleh beberapa hal seperti kehilangan
seseorang, hubungan yang bermasalah, mengidap suatu penyakit seperti kanker,
permasalahan kepribadian seperti rendah diri atau pesimis atau bahkan
permasalahan kehidupan seperti di dunia kerja yang pada akhirnya seseorang
mengalami tekanan di dalam dirinya.

4.     
Penggunaan
Alkohol dan Obat-obatan terlarang

Mengonsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol dapat
memicu terjadinya depresi dalam individu dan bahkan apabila terus dilakukan
akan memperburuk kondisi individu tersebut.

2.3
Gejala Depresi

            Gejala
depresi yang timbul pada setiap individu dapat berbeda-beda, namun secara umum
berikut adalah gejala-gejala yang terjadi di individu sekitar, seperti:

1.     
Sulit
Konsentrasi/Fokus

Sulitnya individu dalam berkonsentrasi pada apapun yang
ia lakukan sehari-hari dapat diidentifikasikan sebagai gejala seseorang
tersebut mengalami depresi.

2.     
Merasa
sedih atau kosong

Beberapa orang sering kali merasa sedih atau menganggap
dirinya kosong seperti tidak berguna di lingkungan sekitarnya, hal ini dapat
diidentifikasikan sebagai gejala depresi jika hal ini terus terjadi pada diri
individu dalam jangka waktu lama.

3.     
Merasa
masa depannya tidak akan baik

Khawatir mengenai apa yang akan terjadi di masa mendatang
dengan melihat cerminan dari apa yang terjadi saat ini dan merasa bahwa masa
depannya akan suram jika terjadi secara berlebihan dan berulang kali, maka hal
ini juga dapat diidentifikasikan sebagai gejala depresi pada individu.

4.     
Merasa
Gelisah atau sulit tidur

Beberapa orang akan merasa gelisah dan sulit untuk
memejamkan mata karena merasa tidak tenang.

5.     
Intensitas
Tidur Lebih Sering

Beberapa orang ada yang memilih untuk selalu tertidur
karena mereka merasa bahwa kehidupan di dalam mimpi lebih menyenangkan
dibandingkan dengan kehidupan realita.

6.     
Adanya
pemikiran untuk bunuh diri

Gejala seperti ini sudah masuk ke tingkatan yang tinggi,
apabila seorang individu sudah memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidupnya
maka dapat dikatakan bahwa individu tersebut benar-benar mengalami depresi di
hidupnya.

2.4
Langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi depresi

            Untuk mengatasi masalah depresi atau setidaknya membantu
mengurangi sebelum ditangani lebih lanjut oleh psikiater, dapat dilakukan
beberapa hal seperti berikut:

 

1.     
Jangan
menyendiri

Seorang individu akan lebih sering merasa sedih atau
kosong jika dalam keadaan sendiri, karena akan timbul pemikiran-pemikiran
mengenai masalah dalam hidupnya yang kemudian menimbulkan kesedihan yang
semakin mendalam.

2.     
Membuat
hidup menjadi lebih sederhana

Jangan terlalu memikirkan semua permasalahan secara rumit
buatlah menjadi hal yang sederhana sehingga tidak menimbulkan adanya tekanan.

3.     
Konsumsi
makanan sehat

Dengan mendapatkan asupan makanan yang bergizi dapat
meningkatkan kondisi fisik yang baik serta membuat mood8
menjadi baik pula.

4.     
Rutin
Olahraga

Rutin berolahraga dapat membantu menyehatkan kondisi
fisik dan mental individu, terlebih jika olahraga tersebut menjadi salah satu
hobi.

5.     
Hubungi
dokter atau psikiater

Jika sudah timbul pemikiran untuk melakukan bunuh diri
atau menyakiti orang lain, merasa mendengar suara-suara asing, melihat sesuatu
yang sebenarnya tidak ada, atau bahkan merasakan ketakutan yang berlebih
disarankan untuk menghubungi dokter atau psikiater untuk segera ditangani lebih
lanjut.

2.5
Mengatasi Penderita Depresi

1.     
Jangan
membiarkan penderita sendiri

Temani penderita kemanapun agar si penderita tidak merasa
kesepian dan merasa memiliki teman yang masih peduli terhadapnya. Hal ini juga sekaligus
mencegah kejadian yang tidak diinginkan misalnya menyakiti diri sendiri jika
penderita sedang sendiri.

2.     
Dengarkan
dengan sabar curahan hati si penderita

Setiap individu memerlukan setidaknya satu orang untuk
menjadikannya tempat berbagi segala hal. Menjadi teman yang baik, yang selalu
ada dan siap mendengarkan serta memberi solusi terbaik, tidak meremehkan sebuah
masalah adalah langkah yang tepat untuk membantu si penderita bangkit kembali.

3.     
Bantu
untuk menciptakan suasana yang mendukung proses penyembuhan

Menciptakan suasana yang tenang, senang bagi penderita
misalnya mengajak untuk melakukan aktivitas yang disukainya seperti
berolahraga, menari, menonton film dan bermain musik. Membuat si penderita
besar hatinya dapat membantu agar timbulnya rasa optimis kembali dalam hidup
dan merasa berharga.

4.     
Dorong
si penderita untuk beribadah

Mengarahkan si penderita untuk lebih mengenal dekat
tuhannya sehingga si penderita dapat merasakan ketenangan.

5.     
Mengajak
ke psikiater9

Memberitahu bahwa apa yang dialami si penderita adalah
hal yang serius sehingga sebaiknya segera diperiksa oleh ahlinya agar
kondisinya membaik.

2.6
Pandangan Agama Islam Terhadap Depresi

            Kesedihan yang dialami oleh setiap orang sebaiknya tidak
berlebihan, depresi adalah akibat dari berlebihnya rasa sedih yang dialami oleh
individu yang setelahnya dapat mengakibatkan banyak dampak buruk untuk dirinya
dan lingkungan sekitarnya.

            Seperti
yang dijelaskan di dalam Al-Quran10
mengenai larangan untuk bersedih :

??????? ????????? ??????? ???????? ? ????????
?????????????? ??????? ????? ????? ?????? ??????? ????? ?????? ?????????? ?????
???? ?????????? – 2:38

“Kami Berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika
benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti
petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS. Al-baqarah11:38)

 

 

??? ????? ????? ?????? ??????????????? ?????? ????????
?????????? ?????????? ??????? ? ?????? ???????? ?????????? ????? ??????
?????????? ????? ???? ??????????? – 7:35

“Wahai anak cucu adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul
dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka
barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan maka tidak ada rasa takut pada
mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS.
Al-A’raf12:35)

????? ???????? ????? ?????????? ????????? ?????????????
??? ?????? ???????????? – 3:139

“Dan janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih
hati sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman.” (QS. Al-Imran13:139)

Di dalam Al-Quran14
dan Hadis Rasul15
pun menyebutkan larangan untuk mengakhiri hidup dan apa dampaknya kelak di
akhirat:

“Jangalah mengharapkan kematian karena tertimpa musibah
duniawi, jika terpaksa, maka hendaklah ia mengucapkan:”Ya Allah panjangkan
hidupku, jika kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika
kematian itu lebih baik bagiku!” (HR.
Bukhari, no. 5671, An-Nasa’I, no. 1820, dishahihkan oleh Albani)

??? ???????? ????????? ??????? ??? ??????????
???????????? ????????? ???????????? ?????? ??? ??????? ????????? ??? ???????
???????? ? ????? ?????????? ??????????? ? ????? ???????

????? ?????? ???????? – 4:29

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling
memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan
yang berlaku dengan suka sama-suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh
dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An-Nisa16:29)

??????????? ??????? ????????? ?????? ?????????? ??? ?????
?????????? ???????? ?????????? ??????? – 18:6

“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu
karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman
kepada keterangan ini (Al-Quran)” (QS. Al-Kahfi17:6)

“Siapa yang bunuh diri dengan senjata tajam, maka senjata
itu akan ditusuk-tusukannya sendiri dengan tangannya ke perutnya di neraka
untuk selama-lamanya; dan siapa yang bunuh diri dengan racun, maka dia akan
meminumnya pula sedikit demi sedikit nanti di nerika, untuk selama-lamanya; dan
siapa yang bunuh diri dengan menjatuhkan diri dari gunung, maka dia akan
menjatuhkan dirinya pula nanti (berulang-ulang) ke nereka, untuk
selama-lamanya” (HR. Muslim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab
3

PENUTUP

3.1
Kesimpulan

            Dari apa yang telah dipaparkan pada bagian pembahasan di
atas mengenai kesehatan mental berupa depresi yang dimulai dari definisi,
penyebab, gejala, cara mengatasi dari dua sudut pandang yaitu orang sekitar dan
si penderita, serta pandangan menurut agama islam mengenai gangguan kesehatan
mental berupa depresi ini dapat disimpulkan bahwa depresi adalah sebuah
kelainan mood18,
rasa sedih, yang berlangsung dalam jangka panjang dan disertai dengan menjadi
lambatnya gerak dan fungsi tubuh serta gangguan lainnya seperti susah tidur dan
tidak nafsu makan.

Depresi disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor
genetika(keturunan), biologis, stres, dan pengaruh alkohol serta obat-obatan
terlarang. Gejala-gejala yang dapat menjadi awal mula seseorang mengalami
depresi yaitu sulit dalam berkonsentrasi, mudah gelisah, merasa sedih, tidak
berguna, sulit tidur atau selalu ingin tidur, serta adanya pemikiran untuk
mengakhiri hidup. Cara mengatasi paling tepat dalam menghadapi penderita
depresi yaitu tidak membiarkannya dalam kesendirian, menghibur dengan membangun
suasana yang menyenangkan, dan mengajaknya untuk berobat ke psikiater. Sedangkan
untuk mengatasi depresi dari diri penderita yaitu dengan selalu menempatkan
diri dalam keramaian tidak sendiri, rutin olahraga, makan makanan bergizi,
membuat hidup lebih sederhana dan pergi berobat ke psikiater.

Dari sudut pandang agama islam, dalam Al-Quran, ada
banyak surat yang melarang manusia untuk larut dalam kesedihan serta dalam
Hadist Riwayat Rasul adanya larangan untuk mengakhiri hidup dan apa yang akan
diterima jika seseorang mengakhiri hidupnya melawan takdir Allah SWT..

 

 

3.2
Saran

            Demi tercapainya
tujuan SDGs (Sustainable Development
Goals) nomor tiga : Kehidupan Sehat dan Sejahtera mengenai masalah
kesehatan mental di dunia yang kerap meningkat, sebaiknya kita lebih peduli
terhadap lingkungan sekitar, saling tolong menolong dalam keadaan apapun dan
berusaha untuk tetap melakukan hal terpuji, baik dalam bertindak maupun
berbicara, karena hal tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang
serta senantiasa meningkatkan kadar keimanan untuk kehidupan yang lebih
tentram.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Halo Sehat. 2017. Ciri-Ciri
Sehat Mental. Diperoleh 13 November 2017. https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-mental/ciri-ciri-sehat-mental

Hello Sehat. (2017, 10 Maret). Depresi. Diperoleh 28 Desember 2017.  https://hellosehat.com/penyakit/depresi/

Kamusq. 2013. Sehat
Adalah Pengertian dan Definisi. Diperoleh 9 Desember 2017. http://www.kamusq.com/2013/08/sehat-adalah-pengertian-dan-definisi.html

Kompasiana. (2015, 25 Juni). Cara Menolong Saudara atau Teman Yang Terkena Depresi. Diperoleh 28
Desember 2017. https://www.kompasiana.com/tirtojiwo/cara-menolong-saudara-atau-teman-yang-terkena-depresi_550f04f18133114d31bc6199

Lubis, Namora Lumongga. 2017. Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta:Prenada Media.

Merriam Webster. (2018, 6 Januari). Mental Health. Diperoleh 7 Januari 2018. https://www.merriam-webster.com/dictionary/mental%20health

Olvista. (2013, 30 April). Apa Itu Mood. Diperoleh 28 Desember 2017. http://olvista.com/apa-itu-mood/

Organisasi. (2007, 29 Oktober). Hal Faktor Yang Mempengaruhi Kesehatan Manusia Internal dan Eksternal
Psikologi. Diperoleh 13 November 2017 
http://www.organisasi.org/1970/01/hal-faktor-yang-mempengaruhi-kesehatan-mental-manusia-internal-dan-eksternal-psikologi.html#.WgmTRcaWbIV

Radio Pelita Kasih. 2016. WHO: 350 Juta Orang Di Dunia Mengalami Depresi. Diperoleh 28
Depresi 2017. http://www.radiopelitakasih.com/2016/10/11/who-350-juta-orang-di-dunia-mengalami-depresi/

1 WHO adalah Organisasi Kesehatan di
bawah naungan PBB yang berdiri sejak 7 April 1948 dan bertujuan untuk membangun
masa depan yang lebih baik dan lebih sehat untuk semua orang di dunia.

2 Sustainable Development Goals
(Tujuan Pembangunan Berkelanjutan) adalah 17 Tujuan dengan 169 capaian yang
terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia
pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

3 Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah
Organisasi Internasional yang dibentuk pada 24 Oktober 1945 yang bertujuan
untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia, memajukan dan mendorong hubungan
persaudaraan antarbangsa melalui penghormatan hak asasi manusia, membina
kerjasama internasional dalam pembangunan bidang ekonomi,sosial,budaya,dan
lingkungan,

4 WHO, Op.cit., hlm 4

5
Afek Disforik adalah
kehilangan kegembiraan

6
Mood adalah Keadaan emosional
yang bersifat sementara, bisa beberapa menit sampai beberapa minggu

7 Neurotransmitter adalah zat kimia
yang disintesis dalam neuron dan disimpan dalam gelembung sinaptik pada ujung
akson. Neurotransmitter merupakan cara komunikasi antar neuron. Setiap neuron
melepaskan satu transmitter. Ada sekitar tiga puluh macam neurotransmitter,
diantaranya adalah, Norephinephrin, Acetylcholin, dan Dopamin. – www.med.unhas.ac.id 

8 Mood., Op.cit., hlm 6

9  Psikiater menurut KBBI adalah Dokter yang ahli
dalam penyakit jiwa.

10 Al-Quran adalah kitab suci utama
umat islam yang dipercaya diturunkan oleh tuhan kepada Nabi Muhammad SAW..

11 Al-Baqarah adalah surat ke-2 dalam
Al-Quran yang berarti Sapi Betina, merupakan surat terpanjang, tergolong surat
Madaniyah dan terdiri dari 286 ayat.

12 Al-A’raf adalah surat ke-7 dalam
Al-Quran yang berarti Tempat Tertinggi. Tergolong dalam surat Makkiyah dan
terdiri dari 206 ayat.

13
Al-Imran adalah surat ke-3 dalam Al-Quran yang berarti Keluarga Imran.
Tergolong dalam surat Madaniyah dan terdiri dari 200 ayat.

14 Al-Quran., Op.cit., hlm 10

15 Hadis Rasul adalah apa yang
diriwayatkan nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapannya, sifat
jasmani atau sifat akhlak, perjalanan setelah diangkat sebagai Nabi dan
terkadang juga sebelumnya, sehingga arti hadis disini

semakna
dengan sunnah

16 An-Nisa adalah surat ke-4 dalam
Al-Quran yang berarti Wanita. Tergolong ke dalam surat Madaniyyah dan terdiri
dari 176 ayat.

17 Al-Kahfi adalah surat ke-18 dalam Al-Quran
yang berarti Gua. Tergolong ke dalam surat Makkiyah dan terdiri dari 110 ayat.

18 Mood., Op.cit., hlm 3

x

Hi!
I'm Jamie!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out